Owen’s new Dreams in Theatre of Dreams

Sebenarnya..Saya tidak ada sangkut pautnya dengan Manchester United ataupun Michael Owen, secara saya bukan fans mereka. Tetapi, Saya akan tetap membahas berita kepindahan Owen ke Manchester United, dari sudut pandang saya sebagai fans Tottenham Hotspur FC. Ok, itu alasan yang sangat dipaksakan sekali memang, sekedar pemberitahuan saja, bahwa saya fans dari Tottenham Hotspur FC. Hehehe..

Jadi, sebenarnya ini adalah “dare” dari “sesesorang” untuk menulis dengan tema yang telah ditentukan, dan temanya adalah “Kepindahan Michael Owen ke MU”. Dan dengan senang hati berusaha seobjektif mungkin, saya akan menulis dari sudut pandang saya sebagai pencinta dan penikmat Sepakbola. Dan mungkin akan ada comment-comment dibawah. Siapa tau? Baik, kita mulai saja laporannya..

Setelah ketidakjelasan akan bermain dimana musim ini, akhirnya Michael “Wonder Boy” Owen secara resmi telah dikontrak oleh Manchester United selama 2 tahun dari Newcastle United dengan status free transfer pada Sabtu, 4 Juli 20009,  setelah berhasil mengikuti tes medis di Old Trafford.

Owen sempat dihubungkan dengan sejumlah klub Premier League, Hull City, Wigan Athletic, dan Everton, setelah Dipastikan Newcastle terdegradasi. Tapi, dengan cepat MU mengamankannya.

Mungkin sekilas keputusan Sir Alex untuk mengikat Owen terkesan buru-buru dan mengejutkan, tapi melihat perburuan mereka di bursa transfer belum memberikan hasil positif. Dengan Karim Benzema dan Franck Ribery yang mustahil untuk didapat. Ditambah MU sangat membutuhkan penyerang baru menggantikan Carlos Tevez dan Cristiano Ronaldo. Owen pun menjadi pilihan yang realistis.

Untuk mendapatkannya, MU tak perlu keluar biaya. Selain itu, dengan nama besarnya, MU tak perlu susah-payah menarik minat penyerang yang berumur 29 tahun ini untuk bergabung. Memang, keputusan MU merekrut Owen terkesan berjudi. Pasalnya, Owen tidak menunjukkan performa bagus dan konsisten dalam beberapa musim terakhir. Namun, di sisi lain, Pemain yang pernah meraih Balon d’Or pada tahun 2001 ini, diyakini masih mampu kembali kepada permainan terbaiknya asal mendapat perawatan di klub yang tepat.

Bagi Owen, pindah ke MU diyakini akan mengembalikannya kepada performa terbaik. MU memiliki staf medis mumpuni, yang bisa membantunya mengatasi masalah cedera. Selain itu, tampil di klub besar akan membakar motivasi dan semangat kompetisi Owen. Ini baik untuk pemulihan penampilannya.

Yang perlu diperhatikan disini adalah kemungkinan Owen dimainkan secara reguler, ditandemkan dengan Rooney, menjadi ujung tobak kembar, dengan pola 4-4-2. Disini Rooney dapat kembali ke posisi idealnya di MU dan Timnas, yaitu Central Fordward. Melihat juga, masih meragukannya kemampuan dan kapabilitas Berbatov musim lalu (pindah sih, Hahaha).

Dan itu berimbas, kemungkinan lagi bagi Pemain yang telah menyumbangkan 40 gol dan 89 caps untuk Inggris ini, ditarik Don Fabio kembali ke Three Lions. Melihat kelemahan Timnas Inggris, adalah selama ini tidak ada yang cocok striker-striker lain berpasangan dengan Rooney.

Kembali ke MU. Owen memberikan opsi tambahan untuk formasi racikan Sir Alex musim depan. Dengan Owen adalah tipe Striker yang sangat mengandalkan kecepatan (mungkin tidak secepat dulu) dalam mengacak-ngacak pertahanan lawan, akurasi, dan presisi dalam melakukan finisihing. Cocok ditandemkan dengan Rooney yang bertipe eksplosif dan memiliki shoot power yang sangat kencang. Lain lagi dengan Berbatov, dia penyerang bertipe holding ball, menggunakan teknik-teknik tinggi untuk melewati lawan, dan menggunakan tinggi badannya untuk menyambar bola-bola atas.

Dan inilah perkataannnya. “Aku ingin berterima kasih kepada Sir Alex Ferguson karena memberi kepercayaan kepadaku. Aku juga memberinya jaminan untuk membayar kepercayaan ini dengan permainan bagus dan banyak gol,” janjinya.

Semoga saja “impian” Owen dan Sir Alex tidak bertepuk sebelah tangan, di Theatre of Dreams musim depan. Dan yang menjadi pertanyaan dari Saya. Akankah Owen ikut melawan Timnas Indonesia pada 20 Juli nanti?